LKLB News
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku dan Institut Leimena Tetapkan Sekolah Model LKLB untuk Perkuat BSAN
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin, memberikan laporan dalam peluncuran Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) dengan Pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku pada...
Pemerintah Provinsi Maluku Gandeng Institut Leimena Luncurkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin, Direktur Eksekutif Institut Leimena, dan sejumlah narasumber dalam peluncuran Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di Aula Dinas Pendidikan...
Program LKLB Hidupkan Pemikiran Gus Dur dalam Merawat Toleransi dan Kebangsaan
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid di Pekalongan, Jawa Tengah, Prof. Zaenal Mustakim, menunjukkan nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama dengan Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho. Jakarta, LKLB News – Program Literasi...
Konferensi Internasional BYU Hawaii Soroti Model LKLB dalam Membentuk Agen Perdamaian
Konferensi Internasional Religious Freedom and Human Dignity (RFHD) yang diadakan di Brigham Young University, Hawaii, Amerika Serikat, diikuti oleh para pakar global, akademisi, pengambil kebijakan, dan pemimpin agama. Jakarta, LKLB News – Program Literasi Keagamaan...
Jangkauan Program
Alumni
Pengenalan Dasar
Alumni
Hybrid Upgrading Workshop
Alumni
Online Upgrading Course
Peserta
Webinar Internasional
Peserta
Konferensi Internasional
Testimoni Tokoh
Indonesia telah menginisiasi dan memperkenalkan program LKLB untuk menjadikan program ini sebagai upaya menangkal tantangan radikalisme dan kekerasan dalam berpikir.

Dr. Alwi Shihab
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia 1999-2001 dan Senior Fellow Institut Leimena
Apa yang kita gagas bersama (program Literasi Keagamaan Lintas Budaya), bisa dilanjutkan,
dikembangkan, karena itu sangat membantu bangsa ini.

Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar
Menteri Agama Republik Indonesia dan Imam Besar Masjid Istiqlal
Dalam masyarakat multikultural dan multiagama, Literasi Keagamaan Lintas Budaya adalah pilar vital dari pendidikan karakter. LKLB dapat terwujud sejalan dengan nilai-nilai pluralisme positif, toleransi otentik, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
(Disampaikan dalam sambutan kunci sesi Pleno IF20 bertajuk "Education: Leading Human Development Imperatives", di Cape Town, 12 Agustus 2025)

Prof. Dr. Abdul Mu’ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia
Kami sangat bangga atas kepemimpinan Insitut Leimena dan kepeloporan Indonesia. Anda bisa membawa LKLB kepada masyarakat global karena dunia juga membutuhkannya. Anda tidak bisa mendapatkan pencerahan tanpa adanya pendidikan dan pendidikan yang telah Anda rintis ini relevan dan dibutuhkan.

Prof. Muhammadou M.O. Kah
Vice President of the United Nations Human Rights Council
LKLB perlu dan dibutuhkan karena semakin dekatnya hubungan sosial antar penganut agama dan kepercayaan di berbagai belahan bumi, terlebih di era digital dan internet.

Prof. Dr. Amin Abdullah
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Indeologi Pancasila (BPIP) dan Senior Fellow Institut Leimena
Indonesia mempromosikan prinsip “Bhinneka Tunggal Ika” untuk menumbuhkan pemahaman lintas agama dan lintas budaya. Kita harus terus menegakkan prinsip ini saat kita menghadapi kompleksitas masalah global.

Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri RI 2014-2024
Saya memuji Institut Leimena yang telah melakukan kerja luar biasa selama beberapa tahun terakhir untuk melatih ribuan guru di seluruh Indonesia. Anda telah mempersiapkan mereka untuk mengajarkan generasi masa depan tentang nilai-nilai solidaritas, pengertian, dan kebersamaan, di atas perpecahan. Apa yang Anda lakukan memiliki dampak langsung yang bahkan dapat menyelamatkan nyawa.

Rashad Hussain
United States Ambassador-at-large for International Religious Freedom 2022-2024
Bagi saya, Institut (Leimena) ini luar biasa. Institut yang belum terlalu besar, tapi kerjanya luar biasa, kerjanya untuk Indonesia.

Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1998-2005
Skala program ini sangat mengesankan.
(Disampaikan pada 16 November 2022)

Dr. Nazila Ghanea
United Nations Special Rapporteur on Freedom of Religion or Belief
Saya terkesan dengan kegiatan-kegiatan Institut Leimena.
(Disampaikan pada 28 November 2022)

Ambassador Bea ten Tusscher
Ambassador for Freedom of Religion and Belief, The Netherlands
Dapatkan Update Terbaru Kami!
Ikuti Media Sosial Kami:
