LKLB News
Pancasila Warisan Pendiri Bangsa untuk Pulihkan Kepercayaan Sosial
Webinar Internasional dalam rangka Hari Lahir Pancasila kerja sama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Kementerian Hukum RI dan Institut Leimena dibuka oleh Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia, Eddy Hiariej, pada 29 Mei 2026. Jakarta, LKLB News –...
LKLB Perkuat Peran Agama untuk Bangun Perdamaian di ASEAN
Pakar Kebijakan ASEAN dan HAM sekaligus Peneliti di International Institute of Social Studies (ISS) of Erasmus University Rotterdam, Yuyun Wahyuningrum, saat menjadi pembicara dalam Hybrid Upgrading Workshop (HUW) Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) di Surabaya,...
Arif Prasetyo, Guru Disabilitas yang Mendobrak Keterbatasan dan Stigma Agama
Alumni Program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB), Arif Prasetyo, yang merupakan guru musik kontemporer di SLB A Yaketunis, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memiliki semangat belajar tinggi termasuk untuk mengimplementasikan keberagaman dalam ruang kelas....
Guru Berkreasi Terapkan Pembelajaran Mendalam dengan Perspektif Keberagaman
Para pembicara dalam sesi pembukaan Hybrid Upgrading Workshop (HUW) Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) di Solo, Jawa Tengah pada 8 Mei 2026, yaitu Associate Professor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Yayah Khisbiyah (tengah), Manager Program Institut Leimena,...
Jangkauan Program
Alumni
Pengenalan Dasar
Alumni
Hybrid Upgrading Workshop
Alumni
Online Upgrading Course
Peserta
Webinar Internasional
Peserta
Konferensi Internasional
Testimoni Tokoh
Indonesia telah menginisiasi dan memperkenalkan program LKLB untuk menjadikan program ini sebagai upaya menangkal tantangan radikalisme dan kekerasan dalam berpikir.

Dr. Alwi Shihab
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia 1999-2001 dan Senior Fellow Institut Leimena
Apa yang kita gagas bersama (program Literasi Keagamaan Lintas Budaya), bisa dilanjutkan,
dikembangkan, karena itu sangat membantu bangsa ini.

Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar
Menteri Agama Republik Indonesia dan Imam Besar Masjid Istiqlal
Dalam masyarakat multikultural dan multiagama, Literasi Keagamaan Lintas Budaya adalah pilar vital dari pendidikan karakter. LKLB dapat terwujud sejalan dengan nilai-nilai pluralisme positif, toleransi otentik, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
(Disampaikan dalam sambutan kunci sesi Pleno IF20 bertajuk "Education: Leading Human Development Imperatives", di Cape Town, 12 Agustus 2025)

Prof. Dr. Abdul Mu’ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia
Kami sangat bangga atas kepemimpinan Insitut Leimena dan kepeloporan Indonesia. Anda bisa membawa LKLB kepada masyarakat global karena dunia juga membutuhkannya. Anda tidak bisa mendapatkan pencerahan tanpa adanya pendidikan dan pendidikan yang telah Anda rintis ini relevan dan dibutuhkan.

Prof. Muhammadou M.O. Kah
Vice President of the United Nations Human Rights Council
LKLB perlu dan dibutuhkan karena semakin dekatnya hubungan sosial antar penganut agama dan kepercayaan di berbagai belahan bumi, terlebih di era digital dan internet.

Prof. Dr. Amin Abdullah
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Indeologi Pancasila (BPIP) dan Senior Fellow Institut Leimena
Indonesia mempromosikan prinsip “Bhinneka Tunggal Ika” untuk menumbuhkan pemahaman lintas agama dan lintas budaya. Kita harus terus menegakkan prinsip ini saat kita menghadapi kompleksitas masalah global.

Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri RI 2014-2024
Saya memuji Institut Leimena yang telah melakukan kerja luar biasa selama beberapa tahun terakhir untuk melatih ribuan guru di seluruh Indonesia. Anda telah mempersiapkan mereka untuk mengajarkan generasi masa depan tentang nilai-nilai solidaritas, pengertian, dan kebersamaan, di atas perpecahan. Apa yang Anda lakukan memiliki dampak langsung yang bahkan dapat menyelamatkan nyawa.

Rashad Hussain
United States Ambassador-at-large for International Religious Freedom 2022-2024
Bagi saya, Institut (Leimena) ini luar biasa. Institut yang belum terlalu besar, tapi kerjanya luar biasa, kerjanya untuk Indonesia.

Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1998-2005
Skala program ini sangat mengesankan.
(Disampaikan pada 16 November 2022)

Dr. Nazila Ghanea
United Nations Special Rapporteur on Freedom of Religion or Belief
Saya terkesan dengan kegiatan-kegiatan Institut Leimena.
(Disampaikan pada 28 November 2022)

Ambassador Bea ten Tusscher
Ambassador for Freedom of Religion and Belief, The Netherlands
Dapatkan Update Terbaru Kami!
Ikuti Media Sosial Kami:
